Kamis, 01 Maret 2012

sesuatu yang menanti di balik jendela setelah hujan reda by muhamad arif wibowo


sepoi angin dalam bingkai kaca
menerobosi pori dinding yang tersemai rinai
yang dingin...
yang bergeming...
t’lah hilang bergurat puing
sehingga tertuang di retina bersama angin
sehingga menguap melukis jejak
dan melinang biasan pandang

garis-garis kemarin
tertinggal dalam bingkai kaca
guratannya sirna
dalam dekapan cahaya
sehingga berbinar air, yang
mengaburkan asa dalam mozaiknya

harapnya merapati bingkai berbening
mengaburkan pandang bersapu air.

dalam pagutan aingin bisikannya cemas
dalam temaram bayang tubuhnya terhempas
yang terlihat hanya bayang gerhana mirna
atau mungkin hanya bayang pandang ilusi mata

nada lingkar biasnya merasuk relung gulana
bisikkan lembutnya membawa kabar asa

:mungkin dia kembali menghampiri
:mungkin dia akan tetap sepi

tapi kan slalu tetap dinanti
di balik jendela setelah hujan reda


lorong lorong masa silam by Muhamad thoriq aufar

Sketsa bayangbayang tengah tercecer
Mengotori dunia lantas kian menua.
Lukisan lensa mata tampak penat
Dihajar waktu akan rindu
Dan langit tak lagi membiru.
Aku pungut satu per satu,
Bayang-bayang itu.
Menyusuri jalan panjang penuh debu

Hitam siang lebih gelap dari malam
Dingin tak lagi menembus panas kulitku
Dalam beku keringatku mengalir bagai mata air
Dunia bisu kelabu dan muak
Coba urutkan bayang-bayangmu
Urutkanlah masa tiada akhir

di akhir tahun

Di akhir tahun ini
Aku mengawali langkah
Bersama kawan yang memberiku cahaya
Bersama kawan yang memberiku surga

Di akhir tahun ini
Aku ingin menjadi manusia yang sebenarnya
Manusia yang lahir kembali
Manusia yang diselimuti bulu-bulu putih

Di akhir tahun ini
Semoga jejak kakiku mampu mendentum
Agar dosa yang pernah terukur
Hilang, musnah, lebur menjadi debu

ku cinta seorang sahabat

di sini aku sendiri
di sini aku kesepian
ku rasa sahabat mulai menjauh
karena ku selalu bertanya akan isi hatinya

kemudian ku bertanya kepada gunung yang tinggi menjulang
apakah ku salah mencintainya?
ketika hatinya sedang kosong
dikala ku telah terlalu lama terdampar di kegelapan



Selasa, 28 Februari 2012

45 bukti bahwa Bahasa Jawa lebih efisien dari Bahasa Inggris

walk slowly on the edge (side) of the road (mlipir)
fall backward and then hit own head (nggeblak)
got hit by a truck that is moving backward (kunduran trek)
talk too much about unimportant thing (cangkeman)
smearing one’s body with hot ointment or liquid and then massaging it (mblonyo)
going without notice/permission (mlethas)
taking the longer way to get to the destination (ngalang)
riding an old bicycle (ngonthel)
falling/ tripping forward and may hit own face (kejlungup)
side effect after circumcision (gendhelen)
hot pyroclastic cloud rolling down a volcano (wedhus gembel)
a small, sharp thing embedded inside one’s skin (susuben/ketlusupen)
spending a lot of time doing nothing (mbathang)
feeling uncomfortable because there is something that smells bad (kambon)
things getting out from a container accidentally because of gravity (mbrojol)
get hit by thing collapsing on top of one’s head/body (kambrukan/kembrukan)
drinking straight from the bottle without using glass, where whole bottle tip gets into the mouth (ngokop)
cannot open eyes because something is shining very bright (blereng)
cannot hold bowel movement (ngebrok)
something coming out from one’s rear end little by little (keceret/kecirit)
hanging on tightly to something in order to be inert (gondhelan)
falling/ tripping accidentally because of a hole (kejeglong)
doing something without thinking about the consequences (cenanangan)
being overly active carelessly (pecicilan)
feeling unwell because of cold temperature (katisen)
making too much noise, disturbing other people (mbribeni)
tripping over accidentally caused by wires, cloths, gowns etc. (kesrimpet)
being alone (or with a companion) in the corner of a place/ room doing something suspicious (mojok)
located across the street but a bit diagonally, not straight in front of you (enceng2an)
Accidetally Slip/sliding when riding on wet road extreme cornerring (ndlosor)
Open your mouth wide open when hear something new or look at pretty n sexy girls (ndlohom/mlongo)
You can't move your body in the middle of sleep temporary (tindien)
Ride your bike at hispeed, hirpm, on traffic hour (ngedan)
You can fall sleep at midnight hour (kanchilen)
Accident when you eat, becouse something big size block your throat and no water to drink (keleledhen)
Lost of something or you forget put something (ketriwal)
Request to wait at any place or destination (enthenen)
Accident when your eyes hit of something (kelilipen)
stinky smell that make your morning mood ruins (mambu)
Look at around or staring anything with passion eyes but not focus at all (jelalatan)
When your hand touch everything, specially part of girl body (biyaya'an)
Eazy to falling in love (doyan)
loud sound on the stomach when you hit it (kembung)
A man who get big opportunity and success (lukiman/mas untung)
The place for eat and talk each other with friends @side of the road ofcourse (angkringan)

Sabtu, 25 Februari 2012

Nardi dan Azizah

Hanya dari sebuah Tanya yang tak terjawab
Mereka bertemu di sebuah pendopo
Berbumbu gelak tawa
Dari kawan-kawan yang gila cinta

Namun sayang nama tak disebutkan
Aku Nardi
Aku Azizah
Tapi semua itu palsu

Kemudian mereka menjauh
Ada curiga di hati Nardi dan Azizah
Sandiwara masih ku lihat meracuni udara
Sampai mereka pulang dan berpisah

Awan mendungpun tiba
Hujan menghapus jejak mereka
Akankah bertemu kembali
Ketika tak ada bau yang jadi petunjuk

awan

putih menjadi kelabu dan gelap
air hujan turun dengan deras, diapun menghilang